Kapan Nikah? Mendokusai!

LINIMASA

marriage1

Pertanyaan “Kapan nikah?” adalah pertanyaan yang sangat standar, yang akan dialami oleh mereka yang belum menikah ketika hari raya tiba–dan sebetulnya tidak membutuhkan jawaban. Pertanyaan yang sangat menyebalkan. Buat sebagian orang pertanyaan tersebut bisa sangat membuat frustrasi. Apalagi untuk perempuan yang sudah memasuki UP (baca: usia panik). Hasilnya banyak dari mereka yang merayakan Lebaran hanya untuk sekedar ritual tahunan yang kurang bermakna. Pertanyaan itu sebetulnya bisa dijawab dengan jawaban: “Aduh duitnya belum ngumpul nih, Tante.. Emang Tante mau biayain?”. Kelar.

Harus ya emang nikah? Karena tuntutan/tekanan sosial? Agar hidup menjadi “komplit”? Agar mempunyai keturunan? Menghindari zinah? Untuk memenuhi kebutuhan biologis? Agar (terlihat) bahagia punya suami/istri–sama seperti yang lainnya yang sepantaran? Atau karena agama menyarankan kita agar menikah? Sudah yakin dengan pasangannya? Benarkah dia adalah jodohmu? Cinta sejatimu? Belahan jiwamu? Yakin dia tidak akan selingkuh? Ya kalau tidak mencoba dari mana kita tahu dia adalah pasangan hidup kita sampai kakek nenek…

View original post 273 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s