The Sicilian Scene

LINIMASA

Membaca tulisan dari Fa Dompas mengenai pendudukan Islam di sebagian Eropa, saya entah kenapa jadi teringat salah satu adegan di film True Romance. Adegan paling keren, cowok banget, lucu, mengenaskan tapi juga kontroversial. Kenapa kontroversial? Karena menimbulkan pertanyaan baru yang penting. Salah satu adegan yang paling fenomenal karya Quentin Tarantino–walaupun tidak seterkenal adegan Jules membacakan Ezekiel 25:17 di Hamburger Scene–tapi saya yakin Quentin tidak membuat naskah yang asal-asalan. Nama adegan itu adalah The Sicilian Scene.

            The Moors                The Moors

Pendudukan Islam di Eropa (terutama di Semenanjung Iberia dan Italian bagian Selatan) yang berakhir di abad 14 itu telah melahirkan keturunan bangsa Eropa yang “tidak bule”. Telah terjadi percampuran genetika antara bangsa Eropa dan Bangsa Moors yang berasal dari Afrika Utara. Harus diakui bangsa berkulit hitam pernah menguasai sebagian Eropa. Yeah that Sicilians still carry nigger gene. Sebelum Amerigo Vespucci menemukan…

View original post 171 more words

Selamat Pusing Memilih, Pak!

LINIMASA

Beberapa hari yang lalu Mark Zuckerberg, CEO Facebook, berkunjung ke Indonesia, setelah sebelumnya dari India. Banyak yang bertanya-tanya ngapain sih dia ke Indonesia? Lawatannya ke Indonesia sangat berbau politis karena presiden terpilih, Jokowi, akan segera dilantik. Sekarang sih sudah jadi Presiden RI yang ketujuh. Selamat ya Pak Jokowi.

Oh, rupanya dia ke Indonesia dalam rangka memperkenalkan proyek barunya yang bernama internet.org. Saya salah. Kirain mau selfie di Candi Borobudur. Menurut Zuckerberg, internet ternyata baru terjangkau oleh 1/3 penduduk di dunia ini. Artinya ada 2/3 penduduk sama sekali yang belum pernah melakukan aktifitas dengan koneksi internet.  PBB tahun 2011 telah mencanangkan bahwa akses koneksi ke internet adalah hak asasi manusia. Hal ini diantisipasi oleh Mark Zuckerberg dengan membuat internet.org tahun 2013 lalu. Internet.org dibuat oleh Zuckerberg dengan menggandeng Nokia, Ericsson, Mediatek, Samsung, Opera Software dan Qualcomm. Kemitraan global agar internet bisa dijangkau oleh 2/3 penduduk dunia yang belum dapat akses…

View original post 244 more words

Mimpi Buruk Yang Indah

LINIMASA

Beberapa tahun ke belakang ini kita sering sekali mendengar kata crowdfunding. Apa sih crowdfunding itu? Patungankah? Ya bisa dibilang begitu. Penggalangan dana mungkin lebih tepatnya. Suatu usaha atau proyek yang digalang beramai-ramai oleh suatu kelompok atau individu tertentu untuk menghasilkan suatu produk. Yang kemudian produk tersebut bisa dijual secara masal atau dalam jumlah tertentu. Menurut Eric Markowitz:

What means to “crowdfund” in the first place, when there are no customers (just backers), no products (just projects), no business owners (just creators), and no payments (just pledges).

Ketiga aspek itu saling berkaitan. Hilang salah satu maka proyek atau sebuah ide tidak akan menjadi sebuah produk yang bisa diperjualbelikan.  Idenya bisa berupa apa saja. Produk fisik, album musik, film, atau mungkin game komputer. Apa saja selama ada yang tertarik dan memenuhi kesepakatan awal maka ide tersebut bisa menjadi sebuah produk.

Sementara itu sekelompok anak muda dari Bandung tengah mempunyai mimpi…

View original post 292 more words

Cinta Segitiga Merah Muda

LINIMASA

Suatu hari seorang teman bertanya, “Kalo kamu memergoki pacar atau pasanganmu tidur dengan cewek lain apa reaksimu?” Saya sempat tertegun. Harus ngapain ya? Apa harus marah? Kaget? Cemburu buta? Banting pintu lalu pergi? Atau ikut gabung? Yang terakhir terlihat menarik. Tapi itu sepertinya tidak akan terjadi. Setidaknya pada saat itu. Entah kalo di lain hari. Lain cerita kalau pertanyaannya bagaimana kalau dia tidur dengan pria lain. Jawaban apapun sepertinya masuk akal. Tetapi kalau emosi yang dikedepankan maka penyesalan yang akan menghampiri kemudian.

Lesbos adalah pulau terbesar ketiga di Yunani. Dekat dengan Turki, terpisah oleh Selat Mytilini. Dulu, sekitar rentang 700 – 600 SM–tidak ada angka yang pasti–di pulau ini tinggal seorang penyair perempuan bernama Sappho. Tulisan/liriknya sangat indah, puitis, namun sarat dengan muatan homoerotica.

Sappho and Erinna in a Garden at MytileneSappho and Erinna in a Garden at Mytilene

Tulisannya fokus terhadap keindahan wanita. Kecintaannya terhadap wanita. Sappho mungkin wanita pertama yang terekam sejarah yang memproklamirkan dirinya sebagai lesbian…

View original post 205 more words

Kapan Nikah? Mendokusai!

LINIMASA

marriage1

Pertanyaan “Kapan nikah?” adalah pertanyaan yang sangat standar, yang akan dialami oleh mereka yang belum menikah ketika hari raya tiba–dan sebetulnya tidak membutuhkan jawaban. Pertanyaan yang sangat menyebalkan. Buat sebagian orang pertanyaan tersebut bisa sangat membuat frustrasi. Apalagi untuk perempuan yang sudah memasuki UP (baca: usia panik). Hasilnya banyak dari mereka yang merayakan Lebaran hanya untuk sekedar ritual tahunan yang kurang bermakna. Pertanyaan itu sebetulnya bisa dijawab dengan jawaban: “Aduh duitnya belum ngumpul nih, Tante.. Emang Tante mau biayain?”. Kelar.

Harus ya emang nikah? Karena tuntutan/tekanan sosial? Agar hidup menjadi “komplit”? Agar mempunyai keturunan? Menghindari zinah? Untuk memenuhi kebutuhan biologis? Agar (terlihat) bahagia punya suami/istri–sama seperti yang lainnya yang sepantaran? Atau karena agama menyarankan kita agar menikah? Sudah yakin dengan pasangannya? Benarkah dia adalah jodohmu? Cinta sejatimu? Belahan jiwamu? Yakin dia tidak akan selingkuh? Ya kalau tidak mencoba dari mana kita tahu dia adalah pasangan hidup kita sampai kakek nenek…

View original post 273 more words