Kisah Cinta Masa Depan Ala Spike Jonze

Kisah cinta ala Spike Jonze (yang pastinya tidak biasa)

Apa jadinya apabila kita berpacaran dengan sebuah komputer yang mempunyai emosi seperti manusia? Komputer dengan OS Komputer Artificial Intellegence. Mungkinkah? Spike menyajikannya secara apik dan manusiawi.

Di era di mana kita sekarang tidak bisa lepas dengan gadget  dan perangkat elektronika saya kira Spike sedang memprediksi masa depan kisah romansa manusia dengan seorang komputer. Theodore (Joaquin Phoenix) adalah seorang pria dengan kesepian walaupun berada di keramaian. Bertemu dengan sebuah komputer dengan fasilitas artificial intellegence adalah merupakan sebuah berkah dan ketika hubungan dengan komputer itu menjadi kisah cinta maka disitulah sebetulnya cerita dimulai.

Sebetulnya hal ini sudah terjadi di masa kini. Walaupun masih dalam skala yang masih biasa saja. Karena teknologi yang dipunyai sekarang belum mumpuni untuk mempunyai aplikasi dengan artifial intellegence. Aplikasi chat sudah banyak bertebaran dengan berbagai macam emotikon atau stiker yang bisa menyebarkan “kode” untuk menarik pasangan bicaranya untuk melanjutkan hubungan ke tingkat selanjutnya.

Namun bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan hal ini bisa terjadi. iPhone sudah memulainya dengan fasilitas SIRI. Era itu sudah dekat.

Spike  memilih ScarJo sebagai pengisi suara komputer dengan suara yang berat, seksi dan mendesah bernama Samantha–agar penonton bisa sedikit berfantasi dan berempati dengan Theodore. Terkadang suara bisa membuat jatuh cinta tanpa kita bertatap muka. Penonton tahu itu suara Scarlett Johanson. Saya bisa bayangkan imajinasi penonton akan terbawa kemana. Spike Jonze sangat sadar dengan hal itu. Aktris (cantik) lainnya yang nyata seperti Rooney Mara, Olivia Wilde, dan Amy Adams hanya membuat Theodore terlihat semakin nelangsa.

Penonton akan dimanjakan dengan suguhan disain interior yang modern, kaya dengan warna pastel. Sungguh pemandangan yang enak dilihat. Apabila anda penggemar film Wes Anderson–film ini wajib tonton. Arsitek dan Disainer Interior juga saya sarankan nonton film ini. Banyak yang bisa dipelajari dari pemilihan warna, lanskap, disain arsitektur dan hal semacamnya yang berkaitan. 

Arcade Fire sebagai pengisi scoring musik film ini pun berhasil menambah suasana kekosongan yang dialami Theodore ketika bercakap dengan Samantha atau ketika sedang bermonolog. Namun lebih terasa ketika menikmatinya sambil melihat pemandangan lampu kota dari balik kaca apartemennya. Secara keseluruhan film ini sangat layak tonton. Saya tidak akan kaget apabila Spike Jonze akan mendapatkan Oscar nanti di bulan Maret di kategori Best Original Screenplay.

Saya beri skor 4/5 untuk film ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s