David O Russell Adalah Hollywood Hustle

American Hustle adalah film ketujuh dari David O Russell. Film terbaiknya sejauh ini. Di ajang Oscar nanti hanya film “12 Years A Slave” atau “Dallas Buyers Club” yang akan menjadi ganjalan untuk meraih piala di kategori Film Terbaik.

Film komedi drama kriminal bersetting tahun 70an dengan setting di New York dan New Jersey yang diambil dari kisah nyata. Bercerita mengenai dua con artists (diperankan oleh Christian Bale dan Amy Adams) yang dipaksa untuk bekerja sama dengan FBI (diperankan oleh Bradley Cooper) untuk menjebak para politisi.

Tata busana dan model rambut jadi daya tarik tersendiri film ini. Kalo ingin lihat Bale dengan model rambut ala Donald Trump–sekarang saatnya. Anda juga bisa liat model Bradley Cooper berambut keriting. Atau mungkin Renner dengan rambut pompadour-nya. Russel berusaha membuat film ini lucu tapi tidak kampungan. Russel selalu berhasil melakukannya. 

Melihat Christian Bale dengan badan kurus kering bisa didapatkan di The Fighter atau The Machinist. Tapi Bale dengan perut buncit. Cuma di American Hustle. Setidaknya sampai saat ini.

Film yang diisi pemain kelas A yang diambil dari dua film Russel sebelumnya yang sukses di ajang Oscar, Silver Linings Playbook dan The Fighter. Bayangkan apabila Martin Scorsese menyutradai Ocean’s Eleven di era 70an. Itulah yang akan dapatkan dari American Hustle. Lezat, bergizi tinggi, tapi rendah kolestrol jahat.

Anda akan tertawa terbahak-bahak melihat The Wolf of Wall Street melihat tingkah polah Jordan, Donnie dan sesama. Dengan American Hustle pun anda akan merasakan hal yang sama. Tapi dengan cita rasa yang berbeda. Russell berhasil meracik komedi tanpa meninggalkan estetika. Setiap aktor mendapat porsi yang pas. Kapan ada film yang bisa dinominasikan di empat kategori bergengsi; Aktor Terbaik, Aktris Terbaik, Pemeran Pembantu Aktor dan Aktris terbaik? Masih ingat? Tahun lalu. Judul filmnya “Silver Linings Playbook.”

Anda juga akan terkejut (atau mungkin tidak) dengan cameo yang muncul di tengah-tengah film. Aktor yang akan membuat anda tersenyum bahagia melihat dia kembali menjadi peran yang sudah biasa dia lakukan di masa lalu. Saya akan biarkan anda penasaran siapa aktornya. Atau anda mungkin sudah tahu siapa dia.

Russel juga tidak lupa untuk mengisi film ini dengan lagu-lagu yang berkualitas di eranya. Kita bisa mendapatkan Duke Ellington, Elton John, Paul McCartney, Tom Jones, Bee Gees. Donna Summer dan banyak lagi.

So what are you waiting for? Get your fucking popcorn, sit back, relax and watch the shit.

 

nb: (gambar-gambar saya curi dari internet)

 

Advertisements

Kisah Cinta Masa Depan Ala Spike Jonze

Kisah cinta ala Spike Jonze (yang pastinya tidak biasa)

Apa jadinya apabila kita berpacaran dengan sebuah komputer yang mempunyai emosi seperti manusia? Komputer dengan OS Komputer Artificial Intellegence. Mungkinkah? Spike menyajikannya secara apik dan manusiawi.

Di era di mana kita sekarang tidak bisa lepas dengan gadget  dan perangkat elektronika saya kira Spike sedang memprediksi masa depan kisah romansa manusia dengan seorang komputer. Theodore (Joaquin Phoenix) adalah seorang pria dengan kesepian walaupun berada di keramaian. Bertemu dengan sebuah komputer dengan fasilitas artificial intellegence adalah merupakan sebuah berkah dan ketika hubungan dengan komputer itu menjadi kisah cinta maka disitulah sebetulnya cerita dimulai.

Sebetulnya hal ini sudah terjadi di masa kini. Walaupun masih dalam skala yang masih biasa saja. Karena teknologi yang dipunyai sekarang belum mumpuni untuk mempunyai aplikasi dengan artifial intellegence. Aplikasi chat sudah banyak bertebaran dengan berbagai macam emotikon atau stiker yang bisa menyebarkan “kode” untuk menarik pasangan bicaranya untuk melanjutkan hubungan ke tingkat selanjutnya.

Namun bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan hal ini bisa terjadi. iPhone sudah memulainya dengan fasilitas SIRI. Era itu sudah dekat.

Spike  memilih ScarJo sebagai pengisi suara komputer dengan suara yang berat, seksi dan mendesah bernama Samantha–agar penonton bisa sedikit berfantasi dan berempati dengan Theodore. Terkadang suara bisa membuat jatuh cinta tanpa kita bertatap muka. Penonton tahu itu suara Scarlett Johanson. Saya bisa bayangkan imajinasi penonton akan terbawa kemana. Spike Jonze sangat sadar dengan hal itu. Aktris (cantik) lainnya yang nyata seperti Rooney Mara, Olivia Wilde, dan Amy Adams hanya membuat Theodore terlihat semakin nelangsa.

Penonton akan dimanjakan dengan suguhan disain interior yang modern, kaya dengan warna pastel. Sungguh pemandangan yang enak dilihat. Apabila anda penggemar film Wes Anderson–film ini wajib tonton. Arsitek dan Disainer Interior juga saya sarankan nonton film ini. Banyak yang bisa dipelajari dari pemilihan warna, lanskap, disain arsitektur dan hal semacamnya yang berkaitan. 

Arcade Fire sebagai pengisi scoring musik film ini pun berhasil menambah suasana kekosongan yang dialami Theodore ketika bercakap dengan Samantha atau ketika sedang bermonolog. Namun lebih terasa ketika menikmatinya sambil melihat pemandangan lampu kota dari balik kaca apartemennya. Secara keseluruhan film ini sangat layak tonton. Saya tidak akan kaget apabila Spike Jonze akan mendapatkan Oscar nanti di bulan Maret di kategori Best Original Screenplay.

Saya beri skor 4/5 untuk film ini.